Cetak Sejarah! SMAN 7 Bengkulu dan Prodi D3 Keperawatan FMIPA UNIB Jadi Penyelenggara Simulasi Bencana SPAB Pertama di Provinsi Bengkulu

Cetak Sejarah! SMAN 7 Bengkulu dan Prodi D3 Keperawatan FMIPA UNIB Jadi Penyelenggara Simulasi Bencana SPAB Pertama di Provinsi Bengkulu

SMA Negeri 7 Kota Bengkulu menjadi tuan rumah pelaksanaan simulasi bencana dalam penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Provinsi Bengkulu dan menjadi bagian dari final project Program Praktik Klinik Keperawatan (PKK) Manajemen Bencana mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Universitas Bengkulu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FMIPA UNIB, Prof. Dr. Arif Ismul Hadi, S.Si., M.Si., Koordinator Prodi D3 Keperawatan Ns. Encik Putri Ema Komala, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J, Ketua PMI Provinsi Bengkulu, tim DAMKAR, serta tim dosen pembimbing dan relawan PMI Provinsi Bengkulu.
Simulasi bencana ini melibatkan berbagai sekolah tingkat SMA dan SMK di Kota Bengkulu, di antaranya SMAN 1, SMAN 3, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 10, SMAN 11, SMKN 4, SMAM 4, dan SMKS 15 Taruna. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana melalui pelatihan evakuasi, pertolongan pertama, serta koordinasi lintas sektor. Koordinator kegiatan PKK Manajemen Bencana, Ns. Desi Susilawati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk budaya sadar bencana sejak dini. “Melalui simulasi ini, kami berharap siswa dan guru memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak SMA Negeri 7 Kota Bengkulu yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembinaan Kesiswaan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai simulasi bencana ini sangat bermanfaat dalam membangun karakter tangguh dan disiplin siswa dalam menghadapi risiko bencana. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Bengkulu dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi sekolah kami dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Provinsi Bengkulu,” ungkapnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan penerapan SPAB di lingkungan pendidikan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.