
Cegah Seks Bebas, Dosen D3 Kebidanan UNIB Laksanakan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja
Bengkulu – Universitas Bengkulu (UNIB) melalui tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Kenali Tubuhmu, Lindungi Dirimu: Upaya Pencegahan Seks Pranikah pada Remaja” di Kampus IV Padang Harapan, Universitas Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung pada Juli hingga September 2025 dengan puncak pelaksanaan pada 4 September 2025, bekerja sama dengan Klinik Pratama UNIB Medical Center (UMC).
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim pengabdi Universitas Bengkulu yang terdiri atas Innas Tiara A, S.Keb., Bd., M.Kes., dr. Syeri Febriyanti, M.Epid., dan Rini Mustikasari K.P., S.Si.T., M.Keb., dengan dukungan penuh dari Klinik Pratama UNIB Medical Center di bawah penanggung jawab dr. Ahmad Azmi Nasution, M.Biomed.
Klinik Pratama UNIB Medical Center merupakan unit layanan kesehatan di bawah naungan Universitas Bengkulu yang telah beroperasi sejak 25 April 2022 dan berlokasi di Kelurahan Kandang Limun, Kota Bengkulu. Klinik ini telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan melayani tidak hanya civitas akademika UNIB, tetapi juga masyarakat umum. Dengan jumlah kunjungan lebih dari 300 pasien per bulan, sekitar 75 persen di antaranya berada pada rentang usia 15–24 tahun, Klinik Pratama UMC dinilai strategis sebagai mitra pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus perilaku seks pranikah dan infeksi menular seksual (IMS) di kalangan remaja. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu tahun 2023 menunjukkan angka kelahiran remaja usia 15–19 tahun mencapai 31 per 1.000 perempuan, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Program ini dirancang dengan konsep pemberdayaan remaja melalui edukasi partisipatif berbasis bukti ilmiah. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok kecil dan konseling berkelompok, sehingga peserta merasa lebih nyaman membahas isu sensitif terkait kesehatan reproduksi dan seksualitas.

Gb 1. Pemberian Materi oleh dr. Syeri
Sebanyak 40 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, didampingi oleh enam orang tim pelaksana yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Bengkulu. Sebelum kegiatan dimulai, peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner pretest, kemudian dilanjutkan dengan posttest.
setelah edukasi dan konseling berkelompok untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap.

Gb 3. Konseling Kelompok oleh Bd. Rini
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Sebelum intervensi, sebanyak 67,5 persen peserta memiliki sikap negatif terhadap pencegahan seks pranikah dan kesehatan reproduksi. Setelah kegiatan, persentase sikap positif meningkat menjadi 67,5 persen dan tidak ditemukan lagi peserta dengan sikap negatif. Dari sisi pengetahuan, kategori pengetahuan baik meningkat dari 15 persen sebelum edukasi menjadi 72,5 persen setelah edukasi, atau mengalami kenaikan sebesar 57 persen.
Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa hasil ini menunjukkan efektivitas metode edukasi partisipatif berbasis kelompok dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja terhadap kesehatan reproduksi. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran Klinik Pratama UNIB Medical Center sebagai pusat layanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.
Ke depan, program ini akan dilanjutkan melalui pembentukan kader mahasiswa sebagai peer educator yang difasilitasi oleh Klinik Pratama UNIB di bawah koordinasi penanggung jawab klinik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi secara berkelanjutan dalam pencegahan seks pranikah, penurunan risiko IMS, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan.
