
Webinar Expert Lecture: “Strategies of Pharmacy Vocational Students in Facing Global Health Challenges”
Kegiatan kuliah pakar dilaksanakan sebagai upaya memberikan wawasan dan strategi bagi mahasiswa vokasi farmasi dalam menghadapi tantangan kesehatan global dan meningkatkan daya saing lulusan. Kegiatan Kuliah Pakar ini dilaksanakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Diploma Farmasi Indonesia (APDFI) sebagai rangkaian Rakernas APDFI 2025. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 170 Perguruan Tinggi D3 Farmasi se-Indonesia dengan kuota zoom 1000 peserta. Mahasiswa dan dosen prodi D3 Farmasi Universitas Bengkulu juga turut menjadi peserta dalam kegiatan webinar ini.
Agenda webinar dimulai pada pukul 08.00 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting dan Youtube. Kegiatan ini dibuka oleh moderator dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, apt. Nooryza Martihandini, M.Farm. Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari UCSI Malaysia, Prof. Dr. Mogana Sundari Rajagopal. Webinar ini membahas tren dan tantangan kesehatan global di era post-pandemic, peran strategis tenaga farmasi dalam mendukung sistem kesehatan global, transformasi digital dalam praktik farmasi (telepharmacy, health informatics, AI), dan penguatan kompetensi mahasiswa vokasi farmasi: soft skills, bahasa asing, penelitian terapan, dan komunikasi interprofesional, serta peluang karir global bagi lulusan vokasi farmasi.
Setelah pemaparan materi, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Peserta sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan terkait kesiapan kompetensi, peluang kerja internasional, serta inovasi teknologi pada bidang kefarmasian. Acara ditutup dengan pemberian sertifikat dan dokumentasi kegiatan.
Melalui kegiatan kuliah pakar ini, peserta memperoleh pengetahuan dan wawasan baru mengenai strategi menghadapi tantangan kesehatan global, khususnya bagi mahasiswa vokasi farmasi. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung kualitas pendidikan vokasi serta meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia kesehatan global yang terus berkembang.