
Program Studi D3 Laboratorium Sains Gelar Pelatihan Penggunaan APAR bagi Mahasiswa Mata Kuliah K3
Bengkulu, 5 Mei 2026 – Program Studi D3 Laboratorium Sains Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu menyelenggarakan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Bengkulu yang memberikan pembekalan mengenai penanggulangan kebakaran sejak dini.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai penyebab kebakaran, klasifikasi kebakaran, serta langkah-langkah penanganan keadaan darurat yang dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis APAR dan prinsip penggunaannya untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung penggunaan APAR jenis dry chemical powder (powder). Pada sesi ini, tim dari DAMKAR Kota Bengkulu mendemonstrasikan teknik penggunaan APAR yang benar, mulai dari cara melepas pin pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga teknik penyemprotan yang efektif. Seluruh mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan APAR secara langsung di bawah pendampingan petugas pemadam kebakaran.
Selain penggunaan APAR, narasumber juga memberikan pengetahuan mengenai alternatif penanganan kebakaran skala kecil yang masih dapat dikendalikan, yaitu dengan memanfaatkan handuk atau kain basah untuk menutup sumber api. Metode sederhana ini diperkenalkan sebagai langkah awal penanggulangan kebakaran, terutama pada kondisi tertentu sebelum bantuan lebih lanjut tersedia, dengan tetap mengutamakan keselamatan diri dan memastikan api masih berada dalam tahap yang dapat dikendalikan.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran, sekaligus menanamkan budaya keselamatan kerja yang menjadi bagian penting dalam aktivitas laboratorium. Dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep K3 secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam melakukan tindakan tanggap darurat secara tepat dan aman.