
Prodi S1 Kimia Universitas Bengkulu Gelar FGD Pengembangan dan Revisi Kurikulum Berbasis Kebutuhan Stakeholder
Bengkulu, 12 Juni 2026 – Program Studi S1 Kimia FMIPA Universitas Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan Revisi Kurikulum pada tanggal 11–12 Juni 2026 secara hybrid (daring dan luring). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat FMIPA Universitas Bengkulu dan melalui platform Zoom Meeting ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi S1 Kimia dalam menyusun kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, regulasi pendidikan tinggi terbaru, serta kebutuhan dunia kerja dan pemangku kepentingan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Devi Ratnawati, S.Pd., M.Si. ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, kepala laboratorium, unit penjaminan mutu, alumni, dan stakeholder eksternal. Forum tersebut menghadirkan pakar kurikulum dan pendidikan kimia dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Dr. Fera Kurniadewi, M.Si., Prof. Dr. Antuni Wiyarsi, S.Pd.Si., M.Sc., dan Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S., yang memberikan masukan strategis terhadap penyempurnaan kurikulum Program Studi S1 Kimia.
Pada hari pertama, para narasumber memberikan berbagai rekomendasi terkait penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyelarasan kurikulum dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, penguatan visi keilmuan program studi, serta penegasan penciri Program Studi S1 Kimia Universitas Bengkulu yang berbasis sumber daya alam tropis dan kawasan pesisir Bengkulu. Selain itu, dibahas pula pentingnya pemetaan CPL ke dalam CPMK setiap mata kuliah, distribusi beban belajar mahasiswa yang proporsional, serta penguatan keterkaitan antara profil lulusan, bahan kajian, dan struktur kurikulum.
Prof. Antuni Wiyarsi menekankan pentingnya evaluasi kurikulum yang berbasis data tracer study dan masukan pengguna lulusan. Sementara itu, Prof. Nuryono mengingatkan bahwa kurikulum Program Studi S1 Kimia perlu tetap mengedepankan karakteristik ilmu kimia yang menghubungkan komposisi, struktur, sifat, dan perubahan materi sebagai identitas utama keilmuan kimia.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama stakeholder dan alumni. Salah satu stakeholder yang hadir, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., selaku Kepala BPOM Bengkulu, menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja. BPOM mendorong penguatan materi Good Laboratory Practice (GLP), peningkatan pemahaman instrumen laboratorium, pengembangan program magang, serta peluang kolaborasi penelitian dan kuliah umum antara BPOM dan Program Studi S1 Kimia. Selain itu, BPOM juga membuka peluang kerja sama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui edukasi masyarakat mengenai keamanan pangan dan penggunaan obat yang tepat.
Masukan juga disampaikan oleh para alumni dan pengguna lulusan. Mereka menekankan pentingnya keberlanjutan program magang, pengembangan soft skills, penguatan kompetensi kepemimpinan, manajemen organisasi, kewirausahaan, serta kemampuan diversifikasi karier bagi lulusan kimia. Alumni berharap lulusan Program Studi S1 Kimia tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan berkolaborasi secara multidisiplin untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan secara hybrid memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari para pakar, alumni, dan stakeholder yang berada di luar Bengkulu. Melalui diskusi yang interaktif dan konstruktif, Program Studi S1 Kimia memperoleh berbagai masukan strategis yang akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebijakan pendidikan tinggi terbaru.


Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Program Studi S1 Kimia FMIPA Universitas Bengkulu dalam meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. [Vicka Andini]