Prodi D3 Farmasi FMIPA UNIB Gelar Kuliah Umum tentang Peran Profesi Farmasi dalam Edukasi dan Pemberian Informasi Obat ARV pada ODHA

Prodi D3 Farmasi FMIPA UNIB Gelar Kuliah Umum tentang Peran Profesi Farmasi dalam Edukasi dan Pemberian Informasi Obat ARV pada ODHA

Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Peran Profesi Farmasi dalam Edukasi dan Pemberian Informasi Obat ARV pada ODHA”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 di Ruang D Kampus IV Padang Harapan ini diikuti oleh 121 peserta yang terdiri atas mahasiswa D3 Farmasi angkatan 2024 dan 2025, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kuliah umum menghadirkan Aldo Meidian Satya Taslam, A.Md.Farm, Peer Leader Yayasan Akbar Sumatera Barat, sebagai narasumber. Kegiatan dibuka oleh moderator apt. Rizqa Hasanah, S.Farm., M.Farm., dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Program Studi D3 Farmasi FMIPA Universitas Bengkulu, Suci Rahmawati, S.Farm., Apt., M.Farm., yang menyampaikan pentingnya kegiatan akademik berbasis praktisi dalam memperkaya wawasan mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan yang berkembang.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek penting mengenai terapi antiretroviral (ARV), mulai dari jenis dan penggolongan obat, prinsip penggunaan ARV, hingga strategi meningkatkan kepatuhan terapi pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai peran tenaga kefarmasian dalam memberikan informasi obat yang benar, mengedukasi pasien terkait efek samping dan interaksi obat, serta memberikan pelayanan kefarmasian yang profesional tanpa stigma dan diskriminasi.
Materi yang disampaikan menekankan bahwa keberhasilan terapi ARV tidak hanya ditentukan oleh efektivitas obat, tetapi juga oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Oleh karena itu, tenaga kefarmasian memiliki peran strategis sebagai sumber informasi obat yang terpercaya sekaligus pendamping pasien melalui edukasi, konseling, dan komunikasi yang empatik guna meningkatkan kualitas hidup ODHA.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai tantangan pelayanan kefarmasian pada pasien HIV/AIDS, komunikasi efektif kepada pasien, serta peluang pengembangan kompetensi tenaga farmasi melalui sertifikasi, magang, dan kolaborasi penelitian.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran profesi farmasi dalam pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien, khususnya dalam pemberian informasi dan edukasi penggunaan obat antiretroviral. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya Program Studi D3 Farmasi FMIPA Universitas Bengkulu dalam memperkuat kompetensi lulusan agar siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *