
Program AI Ready ASEAN Perkuat Literasi Digital 242 Mahasiswa FMIPA UNIB
Bengkulu — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu menggelar pelatihan intensif bertajuk AI Ready ASEAN bagi 242 mahasiswa Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Bengkulu (UNIB), Selasa (31/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan memperkuat literasi digital mahasiswa melalui pengenalan implementasi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning sekaligus membekali peserta dengan kompetensi digital bersertifikasi internasional.
Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti, menegaskan bahwa penguasaan teknologi AI kini menjadi kebutuhan penting dalam dunia akademik maupun profesional. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Kompetensi AI saat ini menjadi instrumen krusial dalam dunia pendidikan dan dunia kerja. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan akademik dan profesional,” ujarnya.
Peserta pelatihan diwajibkan menyelesaikan modul melalui Learning Management System (LMS) untuk memperoleh sertifikat internasional yang dapat digunakan sebagai portofolio tambahan dalam kurikulum vitae (CV). Gushevinalti juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program berskala internasional ini turut mendukung peningkatan kualitas dan akreditasi program studi.
Pelatihan menghadirkan empat narasumber yang membahas AI dari berbagai perspektif. Trainer Mika Oktarina menjelaskan sejarah dan konsep dasar AI, sementara Trainer Rafinita Aditia memberikan materi mengenai Prompt Engineering untuk mengoptimalkan penggunaan AI secara efektif dan akurat. Selanjutnya, Trainer Muhammad Krisno memaparkan dampak AI terhadap transformasi dunia kerja. Ia menilai AI tidak hanya meningkatkan efisiensi pekerjaan, tetapi juga melahirkan peluang profesi baru seperti Prompt Engineer dan AI Content Creator.
“AI membuka peluang karier baru dan meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan. Namun, penggunaan teknologi ini tetap harus dibarengi dengan etika digital,” jelas Krisno.
Selain membahas teknologi AI, pelatihan juga menyoroti pentingnya keamanan data digital. Trainer Dani Fazli mengingatkan peserta mengenai perlindungan privasi data, penggunaan verifikasi dua langkah, dan pentingnya kata sandi yang kuat di tengah meningkatnya penggunaan platform berbasis AI. Kegiatan semakin interaktif melalui praktik langsung menggunakan platform code.org. Peserta diajak memahami cara kerja algoritma Machine Learning melalui simulasi identifikasi ekosistem laut untuk mengenali pola dan mengklasifikasi data.
Acara yang dipandu moderator Lizaida Jannah dari Jakarta ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi mampu menghapus batas geografis dalam proses pembelajaran. Sebanyak 242 peserta dari Bengkulu dapat mengikuti diskusi dan pelatihan tingkat nasional secara daring dengan mudah. Program AI Ready ASEAN sendiri merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Mafindo bersama Ruangguru dan sejumlah mitra strategis lainnya dengan target menjangkau 50 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kegiatan di Bengkulu menjadi rangkaian pelatihan ke-5 yang diselenggarakan Mafindo dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu memahami aspek etika, keamanan, dan penerapannya untuk mendukung riset maupun pengembangan karier profesional di masa depan.