Memeriahkan Dies Natalis ke-44, FMIPA UNIB Hadirkan Pakar Dunia dalam April International Lecture Series

Memeriahkan Dies Natalis ke-44, FMIPA UNIB Hadirkan Pakar Dunia dalam April International Lecture Series

BENGKULU, 28 April 2026 — Dalam rangka menyemarakkan perayaan Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu (UNIB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional. Melalui inisiatif bertajuk “April International Lecture Series”, FMIPA menghadirkan sederet pakar dan akademisi terkemuka dari berbagai belahan dunia untuk berbagi ilmu lintas disiplin sepanjang bulan April 2026. Rangkaian kuliah umum ini mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari Kimia Medis, Farmasi, Fisika Material, hingga Matematika dan Biologi, yang dirancang khusus untuk memberikan wawasan global bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat akademik secara luas.

Dekan FMIPA UNIB, Prof. Dr. Sal Prima Yudha S., S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa agenda internasional ini merupakan bagian penting dari transformasi universitas untuk memberikan dampak nyata di kancah global. Hal ini sangat sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-44 UNIB, yaitu “Membangun, Bertransformasi, Berdampak”. Melalui kolaborasi erat dengan universitas-universitas dari Finlandia, Rumania, Malaysia, hingga India, FMIPA berharap dapat menciptakan ruang diskusi ilmiah yang dinamis sekaligus membuka peluang riset kolaboratif di masa depan. Prof. Sal menekankan bahwa mahasiswa masa kini tidak hanya dituntut menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga harus memahami integrasi ilmu multidisiplin.

Rangkaian kuliah umum ini dibagi ke dalam beberapa sesi dengan topik sains yang sangat inovatif. Pada sesi Riset Farmasi Modern, Dr. Vishvesh Kanabar dari School of Pharmacy, RK University, India, memaparkan kemajuan sistem penghantaran obat canggih serta peran krusial kecerdasan buatan (AI) dalam mempercepat penemuan obat baru. Sementara itu, pada sesi Inovasi Biomaterial, Dr. Vijay Singh Parihar dari Tampere University, Finlandia, membawakan materi bertajuk “Bioinspiration in Designing Bioinks and Dynamic Cell-Responsive Biomaterials”. Beliau menjelaskan bagaimana pemanfaatan kimia asam galat (gallic acid) dan teknologi sakelar molekuler dapat menghasilkan hidrogel responsif untuk fabrikasi struktur 3D dalam teknologi pemulihan cacat tubuh manusia.

Topik mutakhir lainnya datang dari bidang Fisika Material dan Kesehatan yang dipaparkan oleh Prof. Anton Ficai dari National University of Science and Technology POLITEHNICA Bucharest, Rumania. Beliau mengulas tuntas desain material cangkok tulang (bone grafting) berbasis proses biomineralisasi untuk memperbaiki fungsi jaringan tubuh yang rusak sekaligus potensi material tersebut sebagai terapi antitumor. Di sisi lain, bidang Biologi Reproduksi Hewan diulas oleh Dr. Mohd Noor Hisham MN dari Universiti Putra Malaysia melalaui materi “From Natural Reproduction to Assisted Innovation: Fundamentals and ART in Farm Animals”. Sesi ini menyoroti pentingnya aplikasi Teknologi Reproduksi Berbantuan (ART) dalam mengoptimalkan potensi genetik, kualitas pangan, serta ketahanan hewan ternak terhadap penyakit.

Sesi keilmuan ditutup dengan pembahasan mendalam mengenai integrasi kecerdasan digital oleh Dr. Deepika Rani dari NIT Jalandhar, India, yang mengusung tema “An Introduction to Fuzzy Logic for Intelligent Decision-Making”. Dr. Rani menjelaskan bahwa di tengah era disrupsi teknologi, Logika Fuzzy (Fuzzy Logic) hadir sebagai metodologi penting yang mampu memproses informasi secara lebih manusiawi melalui pendekatan derajat kebenaran. Penerapan metodologi ini yang dikombinasikan dengan teknik optimasi seperti Particle Swarm Optimization (PSO) terbukti mampu memecahkan masalah rumit pada manajemen logistik dan sistem transportasi hijau yang ramah lingkungan.

Perhelatan skala internasional ini berjalan dengan sangat sukses di bawah kawalan Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA sekaligus Person-in-Charge (PIC) kegiatan, Prof. Dr. Morina Adfa. Acara ini juga menjadi panggung unjuk bakat bagi deretan dosen muda FMIPA UNIB yang bertindak sebagai moderator lintas disiplin, di antaranya Apt. Rizki Oktarini, M.Farm. (Farmasi), Muhamad Alvin Reagen, M.Si. (Kimia), Chandra Kurniawan, M.Si. (Fisika), Dr. Risky Hadi Wibowo, M.Si. (Biologi), dan Ramya Rachmawati, Ph.D. (Matematika). Atmosfer akademik terasa sangat hidup dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang aktif memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali peluang beasiswa internasional, program magang global, serta keterlibatan riset bersama para pakar.

Sebagai pesan kunci bagi generasi muda, para narasumber dunia tersebut mengingatkan bahwa penguasaan teori ilmiah saja tidak lagi cukup di era modern. Mahasiswa wajib membekali diri dengan tiga pilar utama: Keterampilan Analitis dan Digital untuk menghadapi masifnya integrasi teknologi dalam sains; Soft Skills Utama yang mencakup kemampuan komunikasi internasional, berpikir kritis (critical thinking), dan kerja sama tim lintas budaya; serta penguatan Jejaring Internasional memanfaatkan program kolaborasi global. Melalui kesuksesan agenda April International Lecture Series ini, Universitas Bengkulu membuktikan komitmen berkelanjutannya dalam mendorong mahasiswa untuk terus aktif bertransformasi dan siap bersaing di pasar kerja global.